5 Potensi Teknik yang Bisa Uciha Shin Lakukan dengan Mangekyō Sharingan Miliknya
Pada bagian awal cerita Boruto, kita diperkenalkan dengan salah satu villain yang cukup menarik perhatian, yaitu seorang pria yang mengaku sebagai anggota klan Uchiha dan menggunakan nama Uchiha Shin.
Uchiha Shin sendiri ternyata memiliki kemampuan yang tidak bisa kita anggap remeh, ia mempunyai sebuah teknik dojutsu khusus dari Mangekyō Sharingan miliknya yang memungkinkan dirinya untuk mengendalikan berbagai macam senjata dari jarak jauh, kemampuan tersebut bahkan membuat Naruto, Sasuke, dan Sakura cukup kewalahan ketika harus menghadapinya.
Namun, sayangnya, perjalanan Uchiha Shin harus berakhir dengan cukup tragis, ia justru terbunuh oleh anak-anak hasil kloning yang ia ciptakan sendiri, kematian tersebut membuat akhir kisahnya terasa cukup ironis, mengingat anak-anak yang seharusnya menjadi bagian dari rencana Shin justru menjadi pihak yang menghabisi dirinya.
Meskipun begitu, jika kita mengesampingkan akhir tragis tersebut, kemampuan dojutsu yang dimiliki Uchiha Shin sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar, bahkan, kalau saja Shin masih terus mengembangkan kemampuan Mangekyō Sharingan miliknya dan menjalani hidup yang benar, bukan tidak mungkin ia bisa memanfaatkannya dalam berbagai cara yang jauh lebih berbahaya.
Nah, pada artikel kali ini, aku akan membahas 5 potensi teknik yang mungkin bisa Uchiha Shin lakukan menggunakan Mangekyō Sharingan miliknya, lalu, seperti apa saja potensi tersebut? Mari kita bahas bersama di bawah ini.
1. Mampu Mengendalikan Senjata Apa Pun
Salah satu kemampuan paling unik yang dimiliki uchiha shin adalah kemampuannya untuk mengendalikan berbagai macam senjata menggunakan kekuatan khusus dari mangekyō sharingan miliknya, menariknya, kemampuan ini tidak hanya terbatas pada senjata sederhana, tetapi berpotensi bekerja pada hampir semua benda yang sebelumnya telah ia tandai.
Hal tersebut membuat shin menjadi sangat berbahaya ketika berada di medan pertempuran yang dipenuhi senjata, pedang, kunai, shuriken, maupun senjata berukuran besar dapat dimanfaatkan olehnya untuk menyerang dari berbagai arah tanpa harus memegangnya secara langsung.
Bahkan, kemampuan ini berpotensi membuat shin merebut senjata milik lawan dan menggunakannya kembali untuk menyerang pemiliknya sendiri, bayangkan jika kemampuan tersebut digunakan dalam peperangan besar, ketika terdapat ratusan bahkan ribuan senjata berserakan di medan perang,
Shin tidak perlu membawa persenjataan dalam jumlah besar sejak awal, ia cukup memanfaatkan senjata yang sudah ada di sekitarnya, menandainya dengan kemampuan mangekyō, kemudian mengendalikan semuanya sekaligus, dalam kondisi seperti ini, shin secara tidak langsung dapat menciptakan semacam "hujan senjata" yang mengingatkan pada gaya bertarung tenten ketika mengeluarkan banyak senjata dari gulungan.
bedanya, shin mempunyai keunggulan yang jauh lebih menarik, senjata yang sudah digunakan tidak harus berhenti setelah dilemparkan, setelah menancap atau meleset dari target, senjata tersebut masih dapat dikendalikan kembali, ditarik dari kejauhan, lalu digunakan untuk melakukan serangan berikutnya, artinya, satu senjata bisa digunakan berkali-kali.
Jika kemampuan ini benar-benar dapat diterapkan tanpa batasan jumlah senjata yang terlalu ketat, shin berpotensi menjadi jauh lebih berbahaya ketika berada di medan perang terbuka dibandingkan ketika bertarung di tempat yang minim objek.
2. Membuat Perisai Berjalan Dari Senjata Yang Telah Ditandai Mangekyō
Kemampuan shin juga tidak harus digunakan secara ofensif, salah satu kemungkinan paling menarik justru adalah menggunakannya sebagai sistem pertahanan otomatis.
Ketika bertarung melawan naruto, sasuke, dan sakura di markasnya, shin diperlihatkan mampu mengendalikan senjata tajam dari jarak jauh dengan gerakan yang sangat presisi, senjata tersebut dapat melayang, bergerak mengikuti arah tertentu, berbelok, bahkan menukik dengan cepat menuju target.
Dari sini muncul kemungkinan bahwa shin sebenarnya dapat membentuk semacam perisai senjata yang bergerak terus-menerus di sekeliling tubuhnya, misalnya, beberapa pedang atau pisau dibuat berputar mengelilingi shin dalam radius tertentu, ketika ada musuh yang mencoba mendekat, senjata tersebut dapat langsung bergerak untuk menghalangi atau menyerang mereka,
Dengan mekanisme seperti ini, lawan bukan hanya harus menghadapi shin secara langsung, tetapi juga harus melewati lapisan pertahanan berupa senjata yang terus bergerak, lebih menarik lagi, pertahanan tersebut tidak harus diam di satu tempat,
Shin dapat membuat senjata bergerak mengikuti posisi tubuhnya sehingga ketika ia berjalan, berlari, atau bahkan berpindah tempat, "perisai" tersebut tetap mengikutinya dan jika jumlah senjata yang dikendalikan cukup banyak, shin bahkan berpotensi membuat beberapa lapisan pertahanan sekaligus,
Lapisan pertama berfungsi menghalau serangan jarak dekat, lapisan kedua menyerang musuh yang mencoba menerobos, sedangkan beberapa senjata lainnya dapat ditempatkan di belakang atau di atas tubuh shin untuk mengantisipasi serangan dari arah yang tidak terduga, dengan kata lain, kemampuan mangekyō miliknya tidak hanya dapat membuat shin memiliki remote weapon, tetapi juga dapat menjadikannya seperti memiliki pertahanan otomatis 360 derajat,
3. Menjadikan Senjata Sebagai Alat Transportasi
Yang satu ini mungkin terdengar aneh, tetapi justru menjadi salah satu kemungkinan paling menarik dari kemampuan shin, jika shin mampu mengendalikan senjata dengan ukuran dan bentuk tertentu, ia sebenarnya tidak harus selalu menggunakannya sebagai alat untuk menyerang,
Ia juga berpotensi menjadikannya sebagai alat transportasi, contohnya adalah senjata dengan permukaan yang cukup lebar dan kuat, seperti kipas raksasa, pedang berukuran besar, atau senjata berbentuk pipih lainnya, dimana shin dapat berdiri di atas senjata tersebut, kemudian menggunakan kemampuan mangekyō untuk menggerakkannya dari jarak tertentu dan hasilnya kurang lebih seperti papan terbang yang dikendalikan menggunakan kekuatan mata,
Keuntungannya tentu sangat besar, shin tidak perlu terus-menerus berlari ketika ingin meninggalkan medan pertempuran, ia juga tidak harus mengandalkan shunshin untuk setiap perpindahan jarak jauh.
Jika kecepatan benda yang dikendalikan memang dapat dibuat sangat tinggi, shin bahkan berpotensi melakukan perjalanan udara dalam waktu relatif singkat, misalnya, ketika berada di negara api dan ingin menuju wilayah lain, ia cukup menggunakan senjata yang sudah ditandai, kemudian mengendalikannya untuk melesat di udara,
Bahkan dalam situasi pertempuran, kemampuan seperti ini dapat memberikan shin mobilitas tiga dimensi, ia bisa menyerang dari udara, mengubah arah secara tiba-tiba, menghindari serangan lawan, kemudian menjauh tanpa harus menyentuh tanah.
4. Mengendalikan Banyak Senjata Dari Berbagai Arah Sekaligus
Kemampuan shin akan menjadi jauh lebih berbahaya jika jumlah senjata yang dapat ia kendalikan semakin banyak, bayangkan shin berada di tengah medan perang dengan puluhan senjata yang sudah ditandai,
Ia dapat menempatkan sebagian senjata di depan, sebagian di belakang, beberapa di atas, dan sisanya berada di sisi kiri serta kanan tubuhnya, dengan begitu, shin tidak perlu menyerang lawan dari satu arah saja, serangan dapat datang dari segala penjuru secara bersamaan dan musuh yang berusaha menghindari satu pedang bisa saja justru masuk ke jalur serangan senjata lainnya,
Ini juga memungkinkan shin menciptakan serangan berantai, satu senjata digunakan untuk memaksa lawan bergerak ke arah tertentu, kemudian senjata kedua menyerang dari arah yang sudah diprediksi, sementara senjata ketiga menjadi penghalang apabila lawan mencoba melarikan diri, jadi, kekuatan shin sebenarnya bukan hanya soal membuat senjata terbang dan yang membuatnya berbahaya adalah kemampuan untuk mengontrol posisi dan arah serangan dengan sangat presisi,
5. Membuat Medan Pertempuran Menjadi "Wilayah Kekuasaan"nya
Kemampuan mangekyō shin juga memiliki potensi untuk membuat medan pertempuran berubah menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan baginya, semakin banyak senjata yang sudah ia tandai, semakin besar pula jumlah objek yang dapat ia manfaatkan, yang artinya, shin mungkin tidak harus selalu mengejar musuh, ia cukup menguasai area di sekitarnya dan menjadikan benda-benda yang sudah ditandai sebagai bagian dari sistem pertahanannya dan musuh yang masuk ke wilayah tersebut akan berhadapan dengan senjata yang dapat bergerak kapan saja.
Jika konsep ini dikembangkan lebih jauh, shin bisa saja bertarung dengan cara yang berbeda dari kebanyakan pengguna sharingan, ia tidak perlu terus berada di depan lawan, ia bisa menjaga jarak, bersembunyi di posisi tertentu, lalu mengendalikan puluhan senjata untuk menyerang dari berbagai arah.
Semakin lama pertarungan berlangsung dan semakin banyak senjata yang tersedia, semakin besar pula pilihan serangan shin dan justru di sinilah salah satu potensi terbesar mangekyō sharingan miliknya terlihat.
Shin bukan sekadar pengguna senjata, ia dapat menjadikan seluruh senjata yang berada di medan perang sebagai bagian dari tubuh dan gaya bertarungnya sendiri.