Tentang Kami

Tentang Kami


Q&A Seputar Blog Putuokanu


1. Kapan blog Putuokanu dibuat?


Blog Putuokanu sebenarnya masih tergolong baru, blog ini pertama kali dibuat beberapa minggu lalu, tepatnya sekitar bulan Juli 2026. Karena masih terbilang baru, belum banyak cerita atau memori yang tersimpan di dalamnya.

Pada dasarnya, blog Putuokanu dibuat sebagai pengganti dari blog lama yang sebelumnya sudah tidak memungkinkan untuk mendapatkan index dari mesin pencari. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk memulai kembali dari awal dengan blog baru ini dan membangun seluruh kontennya secara perlahan hingga sekarang.

2. Kenapa namanya Putuokanu?


Nama Putuokanu sebenarnya berasal dari namaku sendiri, yaitu Putu Oka, tambahan kata "nu" di belakang bukan merupakan bagian dari namaku, melainkan hanya tambahan yang aku gunakan agar nama domain ini terasa lebih lengkap, unik, dan mudah dijadikan sebuah brand.

Selain itu, kata "nu" dalam bahasa daerahku memiliki arti "masih", sehingga jika digabungkan secara simbolis, Putuokanu dapat dimaknai sebagai "Masih Putu Oka".

Namun, terlepas dari makna tersebut, nama Putuokanu akan aku gunakan sebagai brand baru untuk blog ini dan menjadi identitas yang ingin aku bangun ke depannya.

3. Apa tujuan dibuatnya blog Putuokanu?


Tujuan utama dibuatnya blog ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu untuk mendapatkan penghasilan.

Ya, kamu tidak salah membaca, blog ini memang tidak dibuat semata-mata untuk membagikan ilmu secara gratis, tetapi juga menjadi salah satu cara bagiku untuk mendapatkan penghasilan.

Sebagai seseorang yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, membuat blog dan membagikan berbagai informasi melalui artikel menjadi salah satu usaha yang ingin aku jalankan, di balik setiap artikel tutorial yang kamu baca, ada waktu dan usaha yang aku habiskan untuk mencoba berbagai cara, mencari solusi, melakukan riset, hingga menuliskannya agar bisa lebih mudah dipahami.

Karena itu, tentu saja aku berharap setiap usaha yang aku lakukan melalui blog ini dapat memberikan timbal balik, baik dalam bentuk penghasilan maupun dukungan agar blog ini bisa terus berkembang.

4. Mengapa blog Putuokanu identik dengan tutorial yang sangat detail?


Sebagian besar orang yang datang ke blog ini biasanya memang sedang mencari tutorial, bukan sekadar membaca teori.

Contohnya ketika seseorang mencari "tutorial instal ulang Windows", kemungkinan besar orang tersebut sudah tahu apa itu instal ulang dan tujuannya. Yang mereka butuhkan adalah langkah-langkahnya.

Itulah alasan mengapa blog Putuokane lebih fokus pada tutorial yang benar-benar bisa langsung dipraktikkan.

Lalu kenapa penjelasannya sangat detail?

Karena banyak pengguna komputer yang masih awam dan sering kesulitan mengikuti tutorial yang terlalu singkat, walaupun sudah ada gambar, tanpa penjelasan yang jelas mereka tetap bisa kebingungan.

Dengan penjelasan yang lebih detail dan langkah demi langkah, pengunjung bisa mengetahui sudah sampai di tahap mana mereka berada, sehingga lebih mudah mengikuti tutorial sampai selesai.

5. Template blog Putuokanu terasa agak berat. Kenapa tidak diganti saja?


Sebenarnya blog Putuokane sudah berkali-kali mengganti template, bahkan mungkin sudah puluhan kali mencoba berbagai tema yang berbeda.

Namun sebagian besar template yang dicoba memiliki beberapa masalah, misalnya:
  • Gambar yang disisipkan memiliki jarak terlalu jauh dari teks meskipun tidak diberi spasi
  • Sistem komentar yang kurang nyaman digunakan
  • Tampilan halaman utama yang kurang sesuai dengan yang aku inginkan

Akhirnya template yang sekarang digunakan adalah yang paling cocok dengan kebutuhan blog ini.

Lagipula, template tidak selalu menentukan apakah sebuah blog bisa terindeks di mesin pencari atau tidak. Pada akhirnya, kualitas artikel tetap menjadi faktor utama.

6. Apakah blog Putuokanu memiliki channel YouTube?


Ya, aku juga memiliki channel YouTube yang sampai sekarang masih aktif. Namun, frekuensi upload di YouTube memang tidak sesering ketika aku menulis artikel di blog. Salah satu alasannya adalah membuat konten YouTube membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga, sehingga terkadang rasa malas untuk membuat video justru lebih besar dibandingkan ketika aku mencoba menulis artikel baru di blog.

Sejak awal, blog memang menjadi rumah utama Putuokanu untuk membagikan berbagai tutorial, terutama tutorial yang cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan secara lebih lengkap. YouTube dan media sosial lainnya pada dasarnya hanya menjadi media tambahan untuk membagikan informasi, sedangkan blog tetap menjadi tempat utama bagi Putuokanu untuk berkembang dan menyimpan berbagai tutorial.

7. Kenapa tidak fokus ke YouTube saja?


Alasannya sebenarnya cukup sederhana, aku memang lebih nyaman menulis daripada harus berbicara di depan kamera.

Dengan menulis di blog, aku hanya perlu melakukan screen capture dan menjelaskan setiap langkah secara detail melalui tulisan, sehingga informasi yang ingin disampaikan bisa dibuat lebih lengkap dan mudah diikuti.

Selain itu, membuat video tutorial membutuhkan proses yang lebih panjang, mulai dari merekam suara, melakukan screen recording, mengedit video, hingga menyiapkan berbagai hal lainnya, dibandingkan semua proses tersebut, menulis artikel terasa jauh lebih nyaman dan sederhana bagiku.

Memang benar, proses indexing artikel di Google terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan tidak semua artikel bisa langsung muncul di hasil pencarian, namun, aku percaya bahwa pada akhirnya akan selalu ada orang yang menemukan artikel di blog ini, baik melalui Google, pencarian gambar, forum, media sosial, maupun website milik orang lain.

Dan jika kamu sekarang sedang membaca tulisan ini, mungkin saja kamu adalah salah satu orang yang berhasil menemukan blog Putuokanu setelah mencari informasi yang sedang kamu butuhkan.

8. Mengapa Sering Mengupdate Artikel Di blog? Memang Apa Bagusnya Ngeblog Dibandingkan Membuat Konten Di YouTube?


Sebenarnya, aku lebih sering membuat artikel baru daripada mengupdate artikel lama, namun, ada beberapa artikel lama yang terkadang aku perbarui, terutama jika sudah tersedia versi terbaru dari tutorial yang dibahas, dalam kondisi seperti itu, aku cukup memperbarui isi artikel agar tutorial tersebut tetap relevan dan up to date.

Nah, menurutku, di sinilah salah satu kelebihan ngeblog dibandingkan membuat konten di YouTube, ketika menulis di blog, aku bisa dengan mudah mengedit kembali artikel yang sudah pernah dipublish, jika ada perubahan pada software, tampilan aplikasi, atau langkah tutorial, aku cukup memperbarui bagian yang diperlukan tanpa harus membuat artikel dari awal.

Berbeda dengan YouTube, ketika sebuah video sudah diupload, isi video tersebut tidak bisa diedit secara langsung, biasanya, jika ada perubahan besar pada tutorial, pilihan yang tersedia adalah menghapus/membuat video lama menjadi private atau membiarkannya tetap ada kemudian membuat video baru.

Tentu saja, cara seperti itu bisa cukup merepotkan, apalagi jika sebuah tutorial terus mengalami perubahan karena adanya versi software atau aplikasi yang baru, lama-kelamaan bisa muncul banyak video dengan topik yang sama tetapi menggunakan versi yang berbeda, sehingga penonton justru bisa bingung menentukan video mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sementara di blog, aku cukup memperbarui satu artikel yang sama, jadi, ketika ada perubahan atau versi terbaru, informasi di dalamnya bisa terus diperbarui tanpa harus membuat halaman baru.